Informasi Seputar Kesehatan • TipsKesehatan.org

Waspada, Dampak Negatif Stres Saat Hamil

Waspada, Dampak Negatif Stres Saat Hamil | Tips Kesehatan

Stres dapat terjadi kepada siapa saja termasuk pada ibu hamil. Hal ini dapat terjadi karena beberapa kondisi seperti kehamilan yang tidak diinginkan, pengaruh hormonal, masalah ekonomi, kecemasan sebagai ibu baru dan juga pengaruh lingkungan.

Sebuah penelitian menyampaikan bahwa stres yang berkepanjangan pada Ibu hamil akan berpengaruh buruk pada kesehatan dan perkembangan janin seperti bayi lahir dengan berat badan di bawah normal, risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga berdampak kepada perilaku anak setelah lahir karena janin mampu menyerap informasi dari perasaan yang dialami oleh ibunya.

Berikut dampak negatif stres selama kehamilan

1. Perkembangan Janin Terganggu

Wanita hamil rentan mengalami stres seputar kehamilan, kondisi ini normal terjadi apalagi jika dialami oleh ibu baru. Namun gejala stres yang berkepanjangan selama kehamilan dapat berpengaruh buruk pada perkembangan dan kesehatan janin di dalam kandungan.

Saat Anda mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol (hormon stres). Pelepasan hormon stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan pada hampir semua aktivitas tubuh termasuk penyempitan pembuluh darah yang akan membatasi aliran oksigen ke janin.

2. Napsu Makan Berkurang

Perubahan hormon pada ibu hamil akan berpengaruh pada pola makan, sebagian dari mereka mungkin ingin makan lebih banyak atau bahkan tidak nafsu makan sama sekali. Berdasarkan laporan kesehatan yang diterbitkan oleh Cleveland Clinic, berkutangnya nafsu makan pada orang stres akibat terlalu fokus pada kecemasannya sendiri hingga tidak menyadari sinyal lapar yang diberikan oleh tubuh. Sebaliknya, pada mereka yang makan lebih banyak saat stres menggunakan makanan sebagai distraksi dari perasaan stres tersebut untuk merefleksikan beban.

Sementara kita tahu, bahwa wanita yang sedang hamil tidak boleh kekurangan atau kelebihan makan sebab semua makanan yang dikonsumsi akan berpengaruh pada perkembangan janin. 

3. Pola Tidur Tidak Teratur

Wanita hamil di trimester pertama dan ketiga akan mengalami ketidaknyamanan seperti insomnia (sulit tidur), pegal, perubahan emosional, serta mual dan muntah di pagi hari (morning sickness). Kondisi ini akan semakin buruk bila wanita hamil tersebut juga sedang merasakan stres.

Jangankan ibu hamil, semua orang yang mengalami stres akan mengalami pola tidur yang berantakan dan akan berdampak pada kesehatan tubuh. Begitupun gangguan tidur yang dialami oleh wanita hamil akan membuat tubuhnya menjadi lemah dan tidak berenergi. Padahal kita semua tahu, bahwa wanita hamil harus istirahat cukup demi kesehatan dan keselamatan janin.

4. Kesehatan Wanita Hamil Terganggu

Stres dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti masalah pencernaan, sakit kepala, sistem imun melemah, gangguan tidur dan pola makan, dan risiko kesehatan lainnya. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga keseimbangan emosional terutama pada wanita hamil.

5. Preeklampsia

Stres memang dapat memicu lonjakan tekanan darah tinggi, namun hanya sementara dan tidak selalu berisiko preeklampsia. Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan akibat wanita hamil mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan. Namun banyak diantaranya menghubungkan stres dengan kejadian preeklampsia.

6. Meningkatkan Risiko Keguguran dan Lahir Prematur

Stres saat hamil sering kali dikaitkan dengan risiko keguguran. Wanita dengan riwayat masalah psikologi memiliki risiko dua kali lipat mengalami keguguran. Bahkan Studi kecil menunjukan hubungan antara stres dengan kelahiran bayi sebelum usia 37 minggu adalah infeksi, komplikasi diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyebab lain yang tidak teridentifikasi.

7. Meningkatkan Risko Gangguan Kesehatan Mental dan Kognisi Bayi di Masa Depan

Anak yang dilahirkan dari ibu yang mengalami stres saat hamil memiliki risiko mengalami gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD). Stres prenatal juga berpengaruh pada pemicu depresi saat anak tumbuh menjadi remaja. Walaupun demikian, perkembangan kesehatan mental seseorang dipengaruhi banyak faktor lain.

Kehamilan adalah masa yang membahagiakan bagi sebagian besar wanita. Wanita hamil harus menjaga kesehatan fisik, emosional, mental, dan semua aspek secara keseluruhan demi kesehatan janin. Sangat penting untuk belajar cara mengatasi stres pada masa kehamilan.

Artikel terkait Waspada, Dampak Negatif Stres Saat Hamil

  • Cara Menghitung Usia Kehamilan

    Cara Menghitung Usia Kehamilan

    Untuk memeriksa usia kandungan ibu hamil ada cara untuk menghitung usia kehamilan dengan akurat menggunakan alat kalkulator kehamilan tanpa harus...

  • Arti Puka-Puki Dalam Kehamilan

    Arti Puka-Puki Dalam Kehamilan

    Apa arti Puka-Puki Dalam Kehamilan? Simple saja jawabannya, Puka adalah punggung Kanan, dan Puki adalah punggung kiri. Hahhh artinya cuma...

  • Tips & Menu Makan Sahur Untuk Puasa Saat Hamil

    Tips & Menu Makan Sahur Untuk Puasa Saat Hamil

    Tips makan sahur untuk puasa saat hamil: Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks untuk makan sahur, seimbangkan dengan konsumsi cairan...

  • Tanda Bahaya Kehamilan Trimester 1, 2, 3

    Tanda Bahaya Kehamilan Trimester 1, 2, 3

    Tanda bahaya pada kehamilan Trimester 1, 2, 3 diantaranya mual muntah, demam tinggi, gejala preeklamsia, berat badan Ibu hamil tidak...

  • Perkembangan Janin Usia 6 Bulan (24-27 Minggu)

    Perkembangan Janin Usia 6 Bulan (24-27 Minggu)

    Perkembangan Janin usia 24 minggu (6 bulan) lebih peka rangsangan. Harus sering mengajak berbicara sebab tulang telinga bayi mulai mengeras...

Waspada, Dampak Negatif Stres Saat Hamil by Fian Rubianti Am.Keb
Anda sedang membaca materi artikel tentang Waspada, Dampak Negatif Stres Saat Hamil via TipsKesehatan.org yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.

DMCA.com Protection Status