Informasi Seputar Kesehatan • TipsKesehatan.org

Pubertas Dini dan Pubertas Terlambat

Pubertas Dini dan Pubertas Terlambat | Tips Kesehatan

Pubertas sangat umum terjadi, dan hampir setiap orang baik itu laki-laki ataupun perempuan akan mengalami masa pubertas, dan itu normal. Namun tahukah Anda, dalam masa pubertas yang akan dialami setiap anak sebagian ada yang mengalami pubertas dini dan pubertas terlambat. Adakah disini yang dapat menjelaskan? Simak penjelasannya berikut ini

Pubertas Dini

Pubertas dini atau pubertas sebelum waktunya adalah ketika tubuh anak mulai mengalami perubahan menjadi dewasa terlalu cepat. Umumnya, rata-rata pubertas anak perempuan dimulai antara usia 8 dan 13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki antara usia 9 dan 14 tahun.

Dikatakan pubertas dini jika terjadi pada anak perempuan yang menunjukkan ciri-ciri masa pubertas yang jelas dan perkembangannya sebelum usia 8 tahun, sedangkan anak laki-laki sebelum usia 9 tahun dianggap dewasa sebelum waktunya. Kondisi ini terjadi pada sekitar 1 dari 5.000 anak.

Jenis Pubertas Dini

Pubertas dini terdiri dari dua jenis, di antaranya:

1. Pubertas Dini Sentral

Jenis yang lebih sering terjadi ini seperti pubertas biasa, tetapi terjadi lebih awal. Kelenjar pituitari mulai membuat hormon gonadotropin. Hormon tersebut menyebabkan testis atau ovarium membuat hormon lain, termasuk testosteron atau estrogen. Hormon seks ini menyebabkan perubahan masa pubertas, seperti perkembangan payudara pada anak perempuan yang terjadi lebih cepat.

2. Pubertas Dini Perifer

Kondisi ini jarang sekali terjadi. Kalau normalnya, hormon estrogen dan testosteron memicu gejala pubertas. Tetapi untuk pubertas dini, otak dan kelenjar pituitari tidak terlibat. Kelenjar pituitari berfungsi menghasilkan hormon untuk membantu mengendalikan banyak proses dan fungsi organ dalam tubuh.

Kondisi tersebut biasanya masalah pada ovarium, testis, kelenjar adrenal, atau kelenjar tiroid yang sangat kurang aktif. Kondisi lainnya yang mungkin tampak seperti pubertas dini, di antaranya:

  • Thelarche prematur merupakan kondisi saat payudara mulai tumbuh di usia muda. Ini sering terjadi pada anak perempuan yang baru berusia beberapa tahun. Kondisi ini tidak memerlukan perawatan, tetapi harus mengunjungi dokter untuk mendapatkan saran medis.
  • Pubarke prematur. Kondisi ketika rambut kemaluan atau ketiak mulai tumbuh pada usia dini. Ini bisa terjadi akibat pubarke prematur, saat kelenjar adrenal mulai melepaskan hormon lebih awal. Ini bukan tanda awal pubertas, tetapi tanda pertama dari pelepasan hormon adrenalin yang tidak biasa dan berat. Kondisi ini harus mengunjungi dokter.

Pubertas Terlambat

Sebagian anak mungkin dapat mengalami pubertas terlambat. Berikut ini ciri-ciri pubertas anak laki-laki dan perempuan yang terlambat:

  • Anak perempuan belum mengalami perkembangan payudara di usia 13 tahun.
  • Anak laki-laki belum mengalami peningkatan ukuran testis di usia 14 tahun.
  • Kemungkinan besar pubertas terlambat tidak serius. Jika anak mengalami keterlambatan pubertas tetapi dalam keadaan sehat, anak harus dievaluasi dan mungkin dirawat, tetapi ini bukan kondisi yang dianggap darurat.

Seberapa umum pubertas terlambat pada anak perempuan dan laki-laki sulit diketahui karena anak laki-laki tampaknya lebih cenderung memerhatikan fisiknya, mungkin karena mereka atau orang tuanya lebih peduli dengan tinggi badan teman sebayanya.

Penyebab terjadi pubertas terlambat atau tertunda

Ada beberapa hal berbeda yang dapat menyebabkan pubertas tertunda, di antaranya:

1. Penundaan Pertumbuhan Konstitusional / constitutional growth delay (CGD)

adalah penundaan sementara dalam pertumbuhan tulang, yang menyebabkan anak tidak setinggi teman sebayanya.
Sekitar 60% keterlambatan pubertas pada anak laki-laki disebabkan oleh keterlambatan pertumbuhan konstitusional.

  • CGD diperkirakan memengaruhi sekitar dua kali lebih banyak anak laki-laki daripada perempuan.
  • CGD adalah bentuk pertumbuhan yang normal, tetapi mungkin masih membuat anak merasa tertekan.
  • Ketika tumbuh dewasa, tulang ‘matang’. Jika anak menderita CGD, dokter dapat mendiagnosis dengan rontgen tangan dan pergelangan tangannya, dan melihat bahwa tulangnya tampak lebih muda dari yang seharusnya.
  • CGD sering kali diwariskan. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat pubertas terlambat, kemungkinan besar anaknya juga demikian.
  • Anak-anak penderita CGD melewati masa pubertas dan mencapai tinggi badan orang dewasa yang sesuai, tidak secepat teman sebayanya.

2. Kondisi Medis yang Mendasari

Berikut ini sejumlah kondisi yang mungkin menyebabkan pubertas terlambat:

  • Kondisi jantung.
  • Penyakit celiac (yang memengaruhi kemampuan anak untuk menambah berat badan, membuatnya lebih sulit tumbuh dengan kecepatan yang sama seperti teman sebayanya)
  • Kondisi yang mencegah hipotalamus atau kelenjar pituitari mengirimkan sinyal untuk memulai pubertas.
  • Kondisi yang menghalangi ovarium atau testis untuk merespons sinyal untuk memulai pubertas.
  • Kondisi genetik tertentu, seperti sindrom Klinefelter pada anak laki-laki dan sindrom Turner pada perempuan

3. Obat-obatan

Beberapa obat psikiatri juga dapat menyebabkan pubertas tertunda. Obat ini termasuk obat antidepresan SSRI, alprazolam, benzodiazepine, chlordiazepoxide, clonazepam, diazepam, dan lorazepam.

Jika mengalami pubertas dini atau terlambat yang mungkin mengkhawatirkan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya!

Artikel terkait Pubertas Dini dan Pubertas Terlambat

  • Apa itu Tantrum? Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak

    Apa itu Tantrum? Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak

    Apa itu tantrum? Tantrum adalah Keadaan emosi yang meledak, biasanya terjadi pada anak ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit,...

  • Cara Memotong Kuku Bayi yang Baik & Benar

    Cara Memotong Kuku Bayi yang Baik & Benar

    Kuku bayi umumnya sangat cepat tubuh, boleh dipotong tapi harus dilakukan secara hati-hati, ketahui cara memotong kuku bayi jangan sampai...

  • Cara Mengatasi Bau Badan Pada Anak

    Cara Mengatasi Bau Badan Pada Anak

    Anda sedang mencari cara mengatasi atau cara mengobati bau badan pada anak? Duniabidan.Com sedang membahas topik tersebut, mari simak tips...

  • Perkembangan Janin Trimester 1 Usia 4-12 Minggu

    Perkembangan Janin Trimester 1 Usia 4-12 Minggu

    Perkembangan Janin Trimester 1 usia 4 minggu, 8 minggu, dimulai dari proses pembentukan zigot menjadi embrio hingga janin usia 12...

  • Cara Memandikan Bayi Baru Lahir Normal

    Cara Memandikan Bayi Baru Lahir Normal

    Waktu terbaik untuk memandikan bayi adalah ketika bayi sudah cukup tidur sehingga tidak rewel, Ibu pasca melahirkan juga harus tahu...

Pubertas Dini dan Pubertas Terlambat by Fian Rubianti Am.Keb
Anda sedang membaca materi artikel tentang Pubertas Dini dan Pubertas Terlambat via TipsKesehatan.org yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.

DMCA.com Protection Status