Informasi Seputar Kesehatan • TipsKesehatan.org

Pematangan Serviks Dengan Kateter Foley

  • 3K
Anda sedang membaca materi artikel yang membahas tentang Pematangan Serviks Dengan Kateter Foley yeng diterbitkan di TipsKesehatan.org. jika Anda suka dengan Artikel atau Video ini silahkan like, bagikan, atau komentar.

Pematangan serviks dengan kateter foley merupakan pilihan lain disamping pemberian Prostaglandin untuk mematangkan serviks pada induksi persalinan. Kateter Foley dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan agen prostaglandin.

Menurut Sherman et all (1996), pematangan dengan kateter Foley lebih efektif dan mempunyai efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan teknik mekanikal lain dan teknik medical.

Pematangan serviks dengan kateter foley - TipsKesehatan.org

Metoda ini dengan menggunakan kateter dengan balon. Penggunaan balon Kateter memiliki beberapa keunggulan, caranya sederhana, biaya rendah, reversibel, dan lebih sedikit efek samping serius dibandingkan dengan penggunaan metode medis untuk pematangan serviks. Sehingga metode ini sangat populer sebagai alat mekanis untuk pematangan serviks pada pasien dengan serviks yang belum “matang”.

Hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kateter foley adalah:

  • Tidak boleh memasang balon Kateter pada ibu hamil dengan perdarahan.
  • Ketuban pecah dini (KPD)
  • Pertumbuhan janin terhambat, atau
  • Adanya infeksi [email protected] maupun ibu hamil yang mengalami infeksi saluran kemih (ISK).

Cara Pemasangan Kateter Foley sebagai upaya pematangan serviks sebagai berikut:

  1. Melakukan Cuci tangan setiap kali akan melakukan tindakan.
  2. Mempersiapkan alat-alat dan mendekatkan sampiran untuk privasi klien.
  3. Memberikan informasi tindakan yang akan dilakukan kepada klien.
  4. Membersihan area vulva ibu dengan kapas DTT, sebagai tindakan antiseptik.
  5. Kateter dipasang dengan ibu dalam posisi litothomi.
  6. Masukan balon Kateter secara perlahan-lahan kedalam serviks ibu dengan menggunakan forceps DTT atau klem panjang atau venster klem.
  7. Pastikan ujung balon Kateter telah melewati Ostium Uteri Internum (OUI).
  8. Setelah itu, gembungkan balon Kateter dengan memasukan cairan (Aqua Bidestilata) sebanyak 10 ml.
  9. Gulung sisa Kateter dan masukan ke dalam vagina, atau dapat juga diplester pada paha ibu bagian dalam.
  10. Diamkan selama 12 jam sambil diobservasi hingga timbul kontraksi uterus, atau maksimal pemasangan 12 jam.

Catatan: Setelah 3-12 jam, balon biasanya secara spontan keluar kedalam vagina atau keluar. Pada saat balon keluar dari serviks, dilatasi dari serviks kira-kira 2- 3 cm atau 3 – 4 cm, tanpa pendataran serviks yang adekuat. Amniotomi dapat dilakukan setelah kateter Foley terlepas. Kegagalan pemasangan Foley lebih kurang 5% kasus.

Pecah ketuban dilakukan hanya jika ditemukan kontraksi reguler(his teratur), dan ketika pembukaan serviks melebihi 3 cm. Pemberian oksitosin dimulai pada dosis 2,5 mU per menit. Tetesan oksitosin dinaikkan bertahap dari 2,5mU per menit setiap 20 menit sampai dicapai sekurangnya 3 kontraksi per 10 menit, atau sampai dosis 40 mU per menit. Pemecahan ketuban dilakukan jika sekurangnya terdapat 3 kontraksi yang menyakitkan per jam. 

Efek samping pematangan serviks dengan kateter foley adalah infeksi intrauterine atau postpartum fever dan perdarahan dari vagina setelah insersi. Pengawasan terhadap nadi ibu dan suhu ibu perlu dilakukan.

Pematangan Serviks Dengan Kateter Foley

Temukan informasi dan tips seputar Pematangan Serviks Dengan Kateter Foley melalui website TipsKesehatan.Org. Berbagai tips kesehatan bisa juga anda simak melalui konten artikel dan video.

Artikel Terkait

DMCA.com Protection Status