Informasi Seputar Kesehatan • TipsKesehatan.org

Obat Hipertensi Juga Dapat Memicu Penyakit Stroke

Obat Hipertensi Juga Dapat Memicu Penyakit Stroke | Tips Kesehatan

Seakan sudah dilumrahkan awam kalau setiap tekanan darah atas atau sistolik di atas 120 dan tekanan bawah distolik di atas 80 serta merta dianggap sudah darah tinggi (hipertensi). Tak soal kapan diukur, bagaimana mengukurnya, dan dalam kondisi apa orang diukur. Kita tahu tekanan darah berfluktuasi dari waktu ke waktu, bahkan dari jam ke jam. Emosi, capek dan lelah, efek hormonal dan faktor stres ikut mempengaruhi tekanan darah.

Sekali seseorang divonis hipertensi, mungkin harus berurusan dengan terus minum obat dan itu tidak sembarangan divonis dalam 1 kali kesempatan periksa. Karena bila keputusan itu ternyata tidak tepat, orang merugi karena harus minum obat untuk sesuatu yang belum perlu.

Sejatinya, tekanan darah diukur pada saat baru bangun tidur pagi hari. Belum melakukan apa-apa, misal belum mengomel pada pembantu, belum merasa jengkel, dan belum juga bergiat fisik, di saat itulah tekanan darah langsung diukur. Tekanan darah saat itu mencerminkan kondisi semurninya tekanan darah. Tentu akan menjadi berbeda hasilnya bila diukur sudah melakukan aktivitas.

Seseorang baru dipastikan hipertensi bila diukur tiga kali berturut-turut selang waktu beberapa hari dengan alat yang sama memberikan hasil yang sama-sama lebih tinggi dari normal. Hanya dari pemeriksaan tensi satu kali saja, dan hanya karena melihat lebih tinggi dari 120/80 mmHg, lalu langsung memastikan kalau itu hipertensi, bisa jadi belum tentu diagnosis yang betul.

Optimalnya tekanan darah itu kurang atau sama dengan 120/80 mmHg. Menurut WHO International Society of Hypertension, tensi 130/85 mmHg masih tergolong normal dan 139/89 mmHg tergolong normal atas (high normal). Seseorang baru dikategorikan hipertensi (ringan) setelah tensinya 140/90 mmHg. Tentu dengan catatan, pengukuran dilakukan dengan kondisi seperti sudah disebut di atas dan alat tensimeternya sudah ditera normal.

Jadi kalau kondisi pengukuran tidak menghasilkan nilai tensi yang sesungguhnya dan tensinya belum berkategori hipertensi, tidak bijak kalau terlalu cepat langsung diintervensi dengan obat. Mengapa? Bila tensi ternyata bukan yang sesungguhnya langsung diberi obat, bisa jadi tensi darah malah jadi anjlok.

Tekanan darah yang mendadak anjlok buruk akibatnya pada otak dan jantung, selain ginjal. Pasokan darah ke organ-organ tubuh penting itu mendadak berkurang. Kita tahu otak paling rentan terhadap kekurangan pasokan oksigen yang dibawa oleh darah. Kasus stroke berisiko terjadi kalau tensi darah mendadak anjlok. Stroke bisa terjadi lantaran tensi darah kelewat tinggi, bisa juga bila kelewat rendah. 

Kita tahu, tubuh punya mekanisme otoregulasi tekanan darah. Waspadai bila tak ada riwayat darah tidak pernah tinggi mendadak jadi tinggi. Perlu lebih kritis untuk bertanya ulang kalau dokter masih memberi resep, apa obat memang sudah diperlukan.

Bila suatu saat tensi meninggi, ada sistem tubuh yang mengatur untuk menurunkannya. Sebaliknya, kalau tensi menurun, tubuh akan menaikkannya. Biarkan dulu mekanisme itu berjalan tanpa perlu diintervensi dengan obat. Kelewat cepat memberi obat, berarti mengacaukan mekanisme otomatisasi tubuh melakukan keseimbangan tekanan darah (homeostasis). Atau anda dapat mengkonsumsi obat herbal untuk menurunkan hipertensi sebelum mengkonsumsi obat kimia untuk mengurangi efek sampingnya.

Artikel terkait Obat Hipertensi Juga Dapat Memicu Penyakit Stroke

  • Resep & Cara Meracik Madu Untuk Kecantikan Kulit

    Resep & Cara Meracik Madu Untuk Kecantikan Kulit

    Manfaat madu bagi kecantikan dan kesehatan kulit. Lalu, bagaimana cara meracik madu untuk mempercantik kulit? Pada artikel ini dibahas resep...

  • Faktor Pemicu Difteri dan Komplikasi

    Faktor Pemicu Difteri dan Komplikasi

    Bagi beberapa orang, difteri bisa merenggut nyawa bahkan setelah diobati sekalipun. Apa saja faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena difteri?...

  • Kandungan Gizi Paprika Bermanfaat Untuk Kesehatan

    Kandungan Gizi Paprika Bermanfaat Untuk Kesehatan

    Kandungan gizi paprika bermanfaat untuk kesehatan, buah paprika mengandung banyak antioksidan dan vitamin C (150 – 250 mg/100 g) juga...

  • Definisi & Etiologi Penyebab Anemia Pada Tubuh

    Definisi & Etiologi Penyebab Anemia Pada Tubuh

    Definisi dan Etiologi Anemia (Penyebab Anemia) adalah kondisi medis seseorang yang menunjukan dirinya kekurangan sel darah merah (eritrosit) & rendahnya...

  • Perbedaan Penyebab Asma dan Bronkitis

    Perbedaan Penyebab Asma dan Bronkitis

    Penyakit Asma dan Bronkitis meskipun sama-sama jenis gangguan pernapasan, namun Gejala serta penyebabnya berbeda loh, dan berbeda pula penanganannya. Setelah...

Obat Hipertensi Juga Dapat Memicu Penyakit Stroke by Fian Rubianti Am.Keb
Anda sedang membaca materi artikel tentang Obat Hipertensi Juga Dapat Memicu Penyakit Stroke via TipsKesehatan.org yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.

DMCA.com Protection Status