Informasi Seputar Kesehatan • TipsKesehatan.org

Obat Hipertensi Juga Dapat Memicu Penyakit Stroke

  • 79
Anda sedang membaca materi artikel yang membahas tentang Obat Hipertensi Juga Dapat Memicu Penyakit Stroke yeng diterbitkan di TipsKesehatan.org. jika Anda suka dengan Artikel atau Video ini silahkan like, bagikan, atau komentar.

Seakan sudah dilumrahkan awam kalau setiap tekanan darah atas atau sistolik di atas 120 dan tekanan bawah distolik di atas 80 serta merta dianggap sudah darah tinggi (hipertensi). Tak soal kapan diukur, bagaimana mengukurnya, dan dalam kondisi apa orang diukur. Kita tahu tekanan darah berfluktuasi dari waktu ke waktu, bahkan dari jam ke jam. Emosi, capek dan lelah, efek hormonal dan faktor stres ikut mempengaruhi tekanan darah.

Sekali seseorang divonis hipertensi, mungkin harus berurusan dengan terus minum obat dan itu tidak sembarangan divonis dalam 1 kali kesempatan periksa. Karena bila keputusan itu ternyata tidak tepat, orang merugi karena harus minum obat untuk sesuatu yang belum perlu.

Sejatinya, tekanan darah diukur pada saat baru bangun tidur pagi hari. Belum melakukan apa-apa, misal belum mengomel pada pembantu, belum merasa jengkel, dan belum juga bergiat fisik, di saat itulah tekanan darah langsung diukur. Tekanan darah saat itu mencerminkan kondisi semurninya tekanan darah. Tentu akan menjadi berbeda hasilnya bila diukur sudah melakukan aktivitas.

Seseorang baru dipastikan hipertensi bila diukur tiga kali berturut-turut selang waktu beberapa hari dengan alat yang sama memberikan hasil yang sama-sama lebih tinggi dari normal. Hanya dari pemeriksaan tensi satu kali saja, dan hanya karena melihat lebih tinggi dari 120/80 mmHg, lalu langsung memastikan kalau itu hipertensi, bisa jadi belum tentu diagnosis yang betul.

Optimalnya tekanan darah itu kurang atau sama dengan 120/80 mmHg. Menurut WHO International Society of Hypertension, tensi 130/85 mmHg masih tergolong normal dan 139/89 mmHg tergolong normal atas (high normal). Seseorang baru dikategorikan hipertensi (ringan) setelah tensinya 140/90 mmHg. Tentu dengan catatan, pengukuran dilakukan dengan kondisi seperti sudah disebut di atas dan alat tensimeternya sudah ditera normal.

Jadi kalau kondisi pengukuran tidak menghasilkan nilai tensi yang sesungguhnya dan tensinya belum berkategori hipertensi, tidak bijak kalau terlalu cepat langsung diintervensi dengan obat. Mengapa? Bila tensi ternyata bukan yang sesungguhnya langsung diberi obat, bisa jadi tensi darah malah jadi anjlok.

Tekanan darah yang mendadak anjlok buruk akibatnya pada otak dan jantung, selain ginjal. Pasokan darah ke organ-organ tubuh penting itu mendadak berkurang. Kita tahu otak paling rentan terhadap kekurangan pasokan oksigen yang dibawa oleh darah. Kasus stroke berisiko terjadi kalau tensi darah mendadak anjlok. Stroke bisa terjadi lantaran tensi darah kelewat tinggi, bisa juga bila kelewat rendah. 

Kita tahu, tubuh punya mekanisme otoregulasi tekanan darah. Waspadai bila tak ada riwayat darah tidak pernah tinggi mendadak jadi tinggi. Perlu lebih kritis untuk bertanya ulang kalau dokter masih memberi resep, apa obat memang sudah diperlukan.

Bila suatu saat tensi meninggi, ada sistem tubuh yang mengatur untuk menurunkannya. Sebaliknya, kalau tensi menurun, tubuh akan menaikkannya. Biarkan dulu mekanisme itu berjalan tanpa perlu diintervensi dengan obat. Kelewat cepat memberi obat, berarti mengacaukan mekanisme otomatisasi tubuh melakukan keseimbangan tekanan darah (homeostasis). Atau anda dapat mengkonsumsi obat herbal untuk menurunkan hipertensi sebelum mengkonsumsi obat kimia untuk mengurangi efek sampingnya.

Obat Hipertensi Juga Dapat Memicu Penyakit Stroke

Temukan informasi dan tips seputar Obat Hipertensi Juga Dapat Memicu Penyakit Stroke melalui website TipsKesehatan.Org. Berbagai tips kesehatan bisa juga anda simak melalui konten artikel dan video.

Artikel Terkait

  • Manfaat Daun Sirih Dan Cara Mengolahnya

    Manfaat Daun Sirih Dan Cara Mengolahnya

    Manfaat Daun Sirih dan Cara Mengolahnya beragam, ada yang langsung dikunyah, ada juga dengan cara direbus lalu airnya diminum. Simak...

  • Apa Itu Kanker Darah Leukemia

    Apa Itu Kanker Darah Leukemia

    Apa Itu Kanker Darah Leukemia? Leukemia berasal dari bahasa yunani "Leucos" yang memiliki arti putih dan "aima" yang memiliki arti...

  • Perbedaan Penyebab Asma Dan Bronkitis

    Perbedaan Penyebab Asma Dan Bronkitis

    Penyakit Asma dan Bronkitis meskipun sama-sama jenis gangguan pernapasan, namun Gejala serta penyebabnya berbeda loh, dan berbeda pula penanganannya. Setelah...

  • Tips Lancar Puasa Bagi Penderita Maag

    Tips Lancar Puasa Bagi Penderita Maag

    Penyakit Maag adalah penyakit yang menyerang lambung dikarenakan kelebihan asam pada lambung sehingga terjadi luka iritasi atau peradangan pada lambung....

  • Perbedaan Gejala Asma Dan Bronkitis

    Perbedaan Gejala Asma Dan Bronkitis

    Meskipun memiliki beberapa gejala yang sama, namun batuk pada bronkhitis dan asma berbeda. Jika Anda mengalami bronkhitis, batuk akan menghasilkan...

DMCA.com Protection Status