Informasi Seputar Kesehatan • TipsKesehatan.org

Blighted Ovum (Kehamilan Kosong, Janin Tidak Berkembang)

Blighted Ovum (Kehamilan Kosong, Janin Tidak Berkembang) | Tips Kesehatan

Blighted Ovum atau kehamilan BO merupakan kondisi pada masa kehamilan yang terjadi ketika kantung kehamilan berkembang tanpa embrio (kehamilan anembryonic), Kehamilan BO juga sering disebut dengan kehamilan kosong dan merupakan penyebab utama kegagalan kehamilan dini atau keguguran, seringkali BO ini terjadi pada awal periode kehamilan bahkan anda tidak menyadari sama sekali bahwa sedang hamil.

Orang awam sering mengaitkan issue kasus kehamilan BO ini merupakan kejadian mistis, sebab mereka beranggapan kalau janin dalam kandungan telah dicuri oleh makhluk halus, padahal secara medis dapat diuraikan sebab-akibatnya. 

Pada kesempatan kali ini TipsKesehatan.org akan membahas mengenai Kehamilan BO (Blighted Ovum), simak artikel dengan seksama guna menghindari salah faham yang berlarut-larut di masyarakat.

Penyebab janin tidak berkembang sebetulnya banyak, salah satunya adalah kondisi blighted ovum ini yang merupakan masalah genetik, tingkat kelainan kromosom yang tinggi biasanya menyebabkan tubuh wanita mengalami keguguran alami, diantaranya kualitas sel telur dan sperma yang buruk menjadi salah satu alasan gangguan ini terjadi. Sebagai calon orang tua, anda perlu menjaga asupan nutrisi dan kebugaran dengan tidak mengkonsumsi alkohol atau rokok.

Keguguran akibat blighted ovum ini terjadi ketika kehamilan berakhir dengan sendirinya dalam 20 minggu pertama. Pada kehamilan normal, sekitar 5-6 minggu kehamilan sudah terbentuk embrio. Namun pada kasus Blighted Ovum ini, kantung kehamilan itu sendiri ada, namun bakal janin didalamnya tidak berkembang atau memiliki lebar hanya sampai 18 mm saja dikarenakan sel telur telah rusak, itulah kenapa kehamailan BO ini disebut juga kehamilan anembryonic.

Tanda-Tanda Ibu Hamil Mengalami Kehamilan Blighted Ovum

Anda mungkin mengalami tanda-tanda kehamilan seperti periode menstruasi yang tidak terjawab atau terlambat dan bahkan mendapatkan tes kehamilan dengan hasil positif. Banyak wanita menganggap kehamilan mereka berjalan normal karena kadar hCG mereka meningkat, kadar hCG sendiri dihasilkan oleh plasenta setelah terjadi implantasi, tentu hal ini semakin menguatkan bukti adanya kehamilan. 

Perlu diketahui bersama, pada kasus kehamilan Blighted Ovum, meskipun sel telur telah rusak namun kadar hCG dapat terus meningkat karena plasenta dapat tumbuh sendiri untuk waktu yang singkat meski tanpa adanya embrio dalam rahim. Diagnosis kehamilan BO biasanya tidak dilakukan sampai melakukan test dengan USG untuk memastikan rahim yang kosong atau kantung kehamilan kosong. Jika diamati, bentuknya menyerupai lingkaran hitam yang berisi cairan dan tidak tampak bayangan calon janin.

Berikut tanda-tanda ibu hamil mengalami kehamilan BO:

  1. Kram perut

  2. Spotting atau pendarahan vagina

  3. Periode seperti menstruasi yang lebih berat dari biasanya (jika anda tidak tahu sedang hamil)

Jika Anda mengalami salah satu tanda atau gejala diatas, anda mungkin mengalami keguguran. Tidak perlu panik karena tidak semua perdarahan pada trimester pertama kehamilan akan berakhir dengan keguguran. Segera konsultasikan kehamilan pada Bidan atau dokter kandungan jika anda mengalami tanda-tanda seperti disebutkan diatas.

Tindakan utama yang akan dilakukan untuk mengatasi kondisi perdarahan yang disebabkan oleh blighted ovum adalah kuretase oleh dokter spesialis kandungan.

Setelah keguguran, dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk menunggu setidaknya tiga siklus menstruasi atau paling lama 1 tahun sebelum mencoba hamil lagi, karena rahim memerlukan waktu untuk pemulihan setelah melalui prosedur kuretase. Kejadian Blighted Ovum atau hilangnya sel telur biasanya terjadi hanya satu kali, dan jarang seorang wanita akan mengalami lebih dari satu kali.

Artikel terkait Blighted Ovum (Kehamilan Kosong, Janin Tidak Berkembang)

  • Cara Mengatasi Keluhan Ibu Hamil Trimester 3 (29 - 40 minggu)

    Cara Mengatasi Keluhan Ibu Hamil Trimester 3 (29 - 40 minggu)

    Pentingnya Ibu hamil tua mengetahui keluhan atau ketidaknyamanan pada kehamilan trimester ketiga, simak ulasan lengkap tentang cara mengatasi keluhan Ibu...

  • Tips Ibu Hamil Bepergian Mudik Dengan Pesawat

    Tips Ibu Hamil Bepergian Mudik Dengan Pesawat

    Sebaiknya simak tips ibu hamil bepergian mudik menggunakan pesawat berikut, meski bumil mudik naik pesawat tergolong aman, namun dapat meningkatkan...

  • Ketuban Pecah Dini (KPD)

    Ketuban Pecah Dini (KPD)

    Apa itu Ketuban pecah dini (KPD) atau premature rupture of membranes (PROM) adalah kondisi membran selaput ketuban pecah sebelum memasuki...

  • Perawatan Gigi Ibu Hamil dan Gigi Bayi Dalam Kandungan

    Perawatan Gigi Ibu Hamil dan Gigi Bayi Dalam Kandungan

    perawatan gigi ibu hamil dianjurkan untuk menyikat gigi dan flossing setiap hari dan rutin periksa kesehatan gigi, mengkonsumsi suplemen dan...

  • Tips Meredakan Demam Ibu Hamil Tanpa Obat

    Tips Meredakan Demam Ibu Hamil Tanpa Obat

    Jangan sepelekan demam pada ibu hamil yg dapat mengindikasi bahwa tubuh terinfeksi virus seperti flu, toxoplasma, atau varicella. Berikut tips...

Blighted Ovum (Kehamilan Kosong, Janin Tidak Berkembang) by Fian Rubianti Am.Keb
Anda sedang membaca materi artikel tentang Blighted Ovum (Kehamilan Kosong, Janin Tidak Berkembang) via TipsKesehatan.org yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.

DMCA.com Protection Status