Informasi Seputar Kesehatan • TipsKesehatan.org

Apa Itu Difteri Penyebab Gejala Penularan Dan Mengobati

  • 1K
Anda sedang membaca materi artikel yang membahas tentang Apa Itu Difteri Penyebab Gejala Penularan Dan Mengobati yeng diterbitkan di TipsKesehatan.org. jika Anda suka dengan Artikel atau Video ini silahkan like, bagikan, atau komentar.

Apa itu Difteri? Apa Penyebab Difteri?

Difteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae (bakteri yang menyebarkan penyakit melalui partikel di udara, benda pribadi, serta peralatan rumah tangga yang terkontaminasi), umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sebelum usia 1 tahun, anak diwajibkan mendapat 3 kali imunisasi DPT.  Imunisasi difteri yang dikombinasikan dengan pertusis (batuk rejan) dan tetanus ini disebut dengan imunisasi DPT. Imunisasi terhadap difteri termasuk ke dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia.

Cara penularan Difteri yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.
  • Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.
  • Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Tanda & Gejala Difteri

Apa saja tanda-tanda dan gejala difteri?

Tanda-tanda yang paling menonjol adalah pada tenggorokan dan mulut, meskipun penyakit ini dapat menyerang bagian tubuh manapun. Tanda-tanda dan gejala umum dari difteri adalah:

  • Tenggorokan & amandel telah dilapisi selaput tebal berwarna abu-abu
  • Radang tenggorokan dan suara serak
  • Pembengkakan kelenjar limfe pada leher
  • Masalah pernapasan dan saat menelan
  • Cairan pada hidung, ngiler seperti Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.
  • Demam dan menggigil
  • Batuk yang keras
  • Perasaan tidak nyaman
  • Perubahan pada penglihatan
  • Bicara yang melantur
  • Tanda-tanda shock, seperti kulit yang pucat dan dingin, berkeringat dan jantung berdebar cepat.
  • Lemas dan lelah.

Difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus). Ulkus tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit.

Apabila tidak menjalani pengobatan dengan tepat, mereka berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Bagaimana Penularan Penyakit Difteri?

Kuman difteri disebarkan oleh menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita.

Diagnosis dan Pengobatan Difteri

Bagaimana dokter mendiagnosis Difteri?

Untuk mendiagnosis penyakit, dokter akan melakukan anamnesa kepada pasien mengenai apa yang ia alami seputar gejala, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik untuk crosscheck dengan keluhan/gejala yang disebutkan pasien. Dokter juga akan mengambil sampel dari lendir di tenggorokan, hidung, atau ulkus di kulit untuk diperiksa di laboratorium. Apabila dokter melihat lapisan abu-abu pada tenggorokan dan amandel Anda, dokter dapat menduga Anda memiliki difteri.

Namun, metode paling aman untuk mendiagnosis difteri adalah dengan biopsi. Sampel jaringan yang terpengaruh akan diambil dan kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa, apakah Anda memiliki bakteri difteri atau tidak.

Bagaimana mengobati Difteri?​ Apa saja yang harus dilakukan saat terkena difteri?

Berikut adalah yang perlu Anda lakukan saat terkena difteri sebagai pengobatan di Rumah:

  • Banyak bed rest alias istirahat di tempat tidur.
  • Batasi aktivitas fisik apabila jantung Anda terpengaruh. Anda mungkin memerlukan istirahat di tempat tidur selama beberapa minggu atau sampai Anda telah pulih total.
  • Isolasi ketat. Anda sebaiknya menghindari penyebaran penyakit pada orang lain apabila Anda terinfeksi.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala terinfeksi Difteri. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.

Apabila seseorang diduga kuat tertular difteri, dokter akan segera memulai pengobatan, bahkan sebelum ada hasil laboratorium. Dokter akan menganjurkannya untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di rumah sakit. Lalu langkah pengobatan akan dilakukan dengan 2 jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin.

Selain penderita, orang-orang yang berada di dekatnya juga disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter karena penyakit ini sangat mudah menular. Misalnya, keluarga yang tinggal serumah atau petugas medis yang menangani pasien difteri.

Apa Itu Difteri Penyebab Gejala Penularan Dan Mengobati

Temukan informasi dan tips seputar Apa Itu Difteri Penyebab Gejala Penularan Dan Mengobati melalui website TipsKesehatan.Org. Berbagai tips kesehatan bisa juga anda simak melalui konten artikel dan video.

Artikel Terkait

  • Definisi & Etiologi Penyebab Anemia Pada Tubuh

    Definisi & Etiologi Penyebab Anemia Pada Tubuh

    Definisi dan Etiologi Anemia (Penyebab Anemia) adalah kondisi medis seseorang yang menunjukan dirinya kekurangan sel darah merah (eritrosit) & rendahnya...

  • Penyakit Ginekologi: Endometritis

    Penyakit Ginekologi: Endometritis

    Artikel ini membahas mengenai penyakit ginekologi yaitu endometritis. Endometritis adalah peradangan yang terjadi pada endometrium, yakni lapisan terdalam dinding rahim....

  • Apa Itu Penyakit Kudis Scabies Gejala Penularan Dan

    Apa Itu Penyakit Kudis Scabies Gejala Penularan Dan

    Kudis (Scabies) merupakan penyakit kulit menular berasal dari tungau sarcoptes scabiei. Ciri khas atau gejala kudis seperti ruam, liang pada...

  • Gejala Dan Penyebab Osteoporosis

    Gejala Dan Penyebab Osteoporosis

    Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya kepadatan tulang, sehingga tulang menjadi keropos dan lemah. Gejala Osteoporosis : Nyeri Punggung, tubuh membungkuk,...

  • Sembelit Coba Makanan Pelancar Bab Ini

    Sembelit Coba Makanan Pelancar Bab Ini

    Sembelit atau dikenal juga dengan sebutan konstipasi adalah gangguan pada pencernaan yang mengakibatkan orang atau bahkan hewan menjadi sulit untuk...

DMCA.com Protection Status